• Connect
Hidup terasa lebih berwarna ketika kita
berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Saling menyapa, berbagi cerita,
berbagi rasa dan buah pikiran membuat hidup tidak terasa sepi. Memang
ada orang yang mencoba menghindari diri dari interaksi dengan sekitar
dengan dalilh untuk ketenangan. Namun dalam kesendirian, orang akan
berfokus dengan pikirannya sendiri, yang belum tentu semuanya positif
dan benar. Seringkali pikiran dan emosi yang negatif justru tumbuh subur
saat orang hanya sibuk bicara dengan hari dan diri sendiri. Tak
mengherankan dari kesendirian itulah mulai berkembang masalah yang lebih
serius, seperti ilusi sampai halusinasi.
• Be active
Bangkit,
dan biarkan tubuh bergerak. Berjalan, berlari, bersepeda, olahraga
permainan, berkebun atau kegiatan apa pun yang membuat tubuh kita
bergerak. Saat kita aktif, ada aliran emosi yang positif, apalagi bila
itu dilakukan dengan senang hati. Jadi bila ada beban kehidupan yang
cukup mengganggu, hal itu dapat terabaikan sejenak, dan begitu selesai
beraktivitas, kita dapat berpikir lebih jernih.
• Take notice
Banyak
orang merasa kehidupan mereka tidak menarik, bahkan membuat
kesengsaraan. Tak jarang, hal itu berujung kepada hilangnya gariah hidup
dan meratapi nasib tiada henti. Bila hal itu terus terjadi, bisa jadi
gejala depresi mulai berkembang dalam diri. Cobalah menilai kehidupan
lebih bermakna dari hal-hal yang kecil dan tidak biasa. Sensitiflah
terhadap hal-hal yang indah. Kurangi kebiasaan berujar, “Ah, itu biasa
saja.” Jadikan hal yang sangat biasa menjadi luar biasa. Maka saat
itulah kita merasakan jiwa yang sangat positif. Perhatikan sesuatu dari
sisi positif, meskipun terkesan kecil, superfisial. Namun dari situlah,
ada proses jika kita yang berkembang untuk menghargai diri dan sekitar.
• Keep learning
Belajar
tidak harus formal, tetapi bagaimana kita terus update dengan
perkembangan teknologi terkini, mempelajari hobi, bahasa lain. Yang
penting, kita memperhatikan asupan pikiran kita. Hal itu akan berdampak
kepada kesehatan jiwa kita. Seseorang yang selalu bersemangat belajar
akan merasakan kepercayaan diri yang lebih baik, walaupun tentu tetap
saja perlu diimbangi dengan tujuan yang realistis.
• Give
Ketika
memberi, saat itulah perasaan jiwa yang penuh empati, hangat dan
kepuasaan terwujud. Memberi tidak selalu yang bersifat materiil, namun
apa pun yang berujung kepada berbagi dengan sesama dapat membuat jiwa
seseorang berkembang secara positif. Memberi waktu atau tenaga kepada
tetangga yang sibuk pindahan rumah, misalnya, bisa berdampak kepada
perasaan jiwa yang positif karena merasakan bahwa diri kita masih
bermanfaat untuk orang lain. (Herni Susanti, S.Kp., MN, dosen jiwa dan komunitas FIK Universitas Indonesia/newsletter tiga bulanan KPSI, Jalin Jiwa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar